Lazuli Sarae mengusung konsep batik on denim yang menggabungkan batik dengan kultur yang lebih modern, trendy, fresh and catchy : denim. Kenapa? Karena eh karena batiknya diproduksi dengan bahan denim yang notabene bikin kesan ‘kolot’ atau old-fashion dari batik bisa diimbangi. Sebagian orang mungkin sering siwer antara denim dan jeans. Simpelnya denim itu jenis kain, sementara jeans adalah salah satu jenis produk yang dihasilkan dari kain denim. Dan Lazuli Sarae 'mengawinkan' antara batik dengan denim dalam setiap produknya.
Ada beberapa alasan yang saya rasa melatarbelakangi jatuh hatinya saya sama Afra Olenji Blazer ini
- Pertama, karena emang saya pake kerudung, jadi akan lebih praktis kalau pake baju lengan panjang.
- Kedua, desain nya juga nggak aneh-aneh, tapi tetep catchy dengan warna orange di beberapa spot (ujung lengan, bagian tengah blazer plus aksen semi military di bahu). It’s just….simply cool!
- Ketiga, kebetulan tahun ini saya bakal berangkat melanjutkan kuliah di Belanda. The Afra Olenji Blazer akan sangat cocok saya pake di sana, bisa untuk acara formal di kedutaan, acara international dinner dengan teman-teman international class, pertemuan dengan PPI (persatuan pelajar Indonesia), buat kuliah sehari-hari atau bahkan di acara libur nasional Belanda (biasanya warga Belanda serempak memakai pakaian bernuansa orange tiap ada perayaan tertentu). Since warna orange pun Belanda banget, ini namanya semacam sebut saja....jodoh. :)
Ini cocok untuk professor/supervisor saya kelak di sana. Insya Allah professornya laki-laki. Bukan karena beliau termasuk orang terkasih sih, tapi menurut saya kalau produk ini sampai ke tangan supervisor akan sangat menguntungkan secara langsung ataupun tidak langsung.
Apa untungnya? Tentu untuk memperkenalkan batik yang gak melulu begitu-begitu aja. Diliat dari modelnya, Diversis Parwung Shirt ini campuran yang sangat apik antara casual dan formal.
Praktisnya bisa dipakai ke kampus untuk ngajar, atau di acara kick-in party, homecoming party, picnic, (berhubung orang Belanda hobi party dan kongkow-kongkow) atau sekedar berjalan-jalan di taman kota. Saya yakin beliau akan terkesan dan sangat welcome.
Perkiraan saya ya, kalo semisal beliau pake Diversis Parwung Shirt ini, akan banyak orang yang bertanya "Baju dari mana itu?"
Udah kenyang kan ya Indonesia dijajah Belanda? Gantian dong ya…tapi bukan agresi. kali ini kita invasi kreativitas, apa salahnya?
Ini bisa jadi sarana mengembangkan sayap bisnis sekaligus pembuktian eksistensi kita sebagai bangsa yang punya warisan budaya : batik. Semacam pengumuman : Hello, Indonesia Sang ex-jajahan kalian ini punya produk tradisional yang digabung dengan kultur modern dengan kualitas yg mumpuni lho!
Kalo dikasih nama juga cocok kayaknya Someah (dalam bahasa sunda artinya lemah lembut). Hahahha
Semangat Lazuli Sarae untuk menerapkan teknologi dan inovasi pada warisan budaya kita (di sini, batik) patut didukung sepenuhnya, apalagi oleh kita yang muda-muda.
Safe our native culture, improve them well with innovations, and spread the creativity over the world! Ibaratnya, ini virus yang bagus untuk ditebarkan ke segala arah. Sukses selalu ya batik on denim Lazuli Sarae!
Oiya, ini website Lazuli Sarae, buat memudahkan kalian 'nyasar' ke sana :
http://lazulisarae.comselamat 'nyasar' yang menyenagkan! :)










