About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

jejak tapak yang tampak

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2010

Sepi

ini bukan sekedar patah hati
ini lebih dari seonggok hati yang dibelah dan dicacah lalu diabukan dan dibawa angin pergi
ini remuk yang menyakiti

seperti kayu bakar hitam yang ditiup kipas pelan-pelan
dan kau tak tahu bagaimana menjadikannya kembali seperti batang pohon yang berdiri angkuh di tengah hutan

ini rasa sakit yang tak pernah ingin kau rasakan
dan di ujung malam, mungkin permintaanmu akan berubah haluan :
mati saja

Senin, 26 Juli 2010

setahun kemarin

well, well, well...

siang-siang, abis makan siang gini lagi gadag pisan di sini. Mending cocoretan deh.
iseng-iseng pas buka-buka fb di BB, buka file notes saya yang jumlahnya ada sekitar 130an.

Terus iseng lagi nyusur tulisan-tulisan lama di situ. eh, ternyata ada note yang dibikin tepat hari ini setahun lalu. Berasa baru. Asa nggak percaya udah setaun aja.
Dan yes, he-eh emang saya udah jarang banget nulis sejak kerja *sigh*
ternyata setaun ke belakang banyak yang terjadi *tsaaahhh*
dari mulai saya TA, lulus, sampe akhirnya awal taun 2010 ini kerja.
tengah taun 2009 ternyata saat-saat saya hobiiiii berat nyampah di notes facebook.
jadi kangen deh

Tulis di sini ah postingan taun lalu...Lalalala
kebetulan bentuknya puisi


Basa Bisu
Monday, 27 July 2009 at 06:54

Hey kamu yang duduk di situ
Mari kuberi sesuatu
Agar kamu cukup tahu

Boleh saja aku diiris tepat di pelipis
Tak apa pula jika kamu memalu pada bahu
atau memanggang di sebelah pinggang
Tapi tolong jangan sobek di muara yang satu itu
Yang jika tersentuh bisa runtuh semua egoku
Yang jika terpompa akan mengembang ke seluruh penjuru dada

Tolong henti cabikan itu
Tega sekali kamu membuatku mengiba
Ingin benci luar biasa tak bisa
Sampai suatu pagi aku buka mata, dan
menyadari selama ini aku memang tak pernah bicara
Tentang pelipis, bahu, pinggang atau muara

Jadi tenang saja, cabikanmu itu bukan dosa
Hanya saja sepertinya aku sedang membangun neraka

Senin, 10 Mei 2010

GOODNIGHT goodnight [zzzz]




Aku jatuh cinta pada malam.
Terserah dengan bintang.
Persetan dengan bulan.
Yang kurindu hanya pekatnya. Yang kupeluk hanya dinginnya. Yang kujamah hanya heningnya.

Takkan pernah kuakui rahasia besar ini di hadapanmu.
Cukup rumput di kakiku yang kuizinkan tahu.
Bahwa malam jadi begitu menarik untuk dirindu karena kamu.

Di pekat, dingin, dan hening itu kita bertemu.
Bertukar keluh yang ditahan-tahan.
Mendengarmu merenggangkan tegang perlahan-lahan.
Mengurai tawa, menebar riang.
Kubiarkan kita bersentuh dalam irama pelan melenakan.

Pekat itu tersinari
Dingin itu dihangatkan
Hening itu dihidupkan

Baiklah baiklah. Tak perlu lagi aku berlarian.
Kuakui sepenuhnya sekarang juga
kukagumi pekat, dingin dan hening dimana malam bersarang,
Sejak kamu selalu berbisik ‘selamat malam, sayang’



photo source : www.withamymac.com